Jumat, 12 November 2010

Teh Hijau Tidak Terbukti Bisa Cegah Kanker Payudara


Selasa, 9 November 2010 - 17:46 wib
Detail Berita
Minum teh hijau tidak terbukti cegah kanker payudara. (Foto: Getty Images)
KANDUNGAN antioksidan dalam teh hijau telah lama diketahui dapat mencegah berkembangnya sel kanker. Namun penelitian terbaru di Jepang menunjukkan tidak ada hubungan sama sekali antara konsumsi teh hijau dengan risiko menderita kanker payudara.

Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa konsumsi teh hijau dapat membantu melindungi wanita dari kanker payudara. Hal itu karena kandungan senyawa polifenol yang terkandung dalam teh hijau memang bisa melindungi payudara dari serangan kanker.

Polifenol tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh. Senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Namun, penelitian dalam skala besar terbaru di Jepang menunjukkan temuan yang berbeda. Minum teh hijau sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kesehatan payudara.Hasil temuan ini diterbitkan secara online dalam edisi 28 Oktober jurnal Breast Cancer Research.

”Kami tidak menemukan hubungan secara menyeluruh antara asupan teh hijau dan risiko kanker payudara di kalangan wanita Jepang yang terbiasa minum teh hijau,” kata pemimpin penelitian, Dr Motoki Iwasaki, dari bagian epidemiologi dan pencegahan di Research Center for Cancer Prevention and Screening of the National Cancer Center di Tokyo, Jepang.

”Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau yang diminum secara rutin tidak mungkin untuk mengurangi risiko seseorang menderita kanker payudara,” katanya seperti dikutip laman Healthday.com.

Untuk penelitian ini, anggota tim Iwasaki mengumpulkan data dari 53.793 wanita yang disurvei antara 1995 dan 1998. Mereka mengajukan pertanyaan berapa banyak para partisipan tersebut mengonsumsi teh hijau.

Pertanyaan ini diberikan pada awal-awal penelitian dan diajukan kembali lima tahun kemudian. Selama survei yang kedua, para peneliti juga bertanya tentang dua jenis teh hijau yaitu Sencha dan Bancha/Genmaicha.

Peneliti mencatat, di antara wanita tersebut, sekitar 12% di antaranya mengonsumsi kurang dari satu cangkir teh hijau dalam seminggu.Sementara 27% lainnya minum lima atau lebih cangkir sehari.

Studi ini juga memasukkan responden wanita yang minum lebih dari 10 cangkir sehari. Selama hampir 14 tahun dipantau, 350 wanita dari peserta studi menderita kanker payudara.

Namun, para peneliti tidak menemukan hubungan antara minum teh hijau dan risiko terjadinya kanker payudara. Dalam studi tersebut, Iwasaki menyebutkan bahwa salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah sudah ditetapkannya tujuan yang ingin dicapai sehingga sejumlah informasi partisipan dapat dikumpulkan sebelum diagnosis kanker payudara.

”Sehingga menghindari bias yang biasanya melekat pada penelitian yang menggunakan metode studi kasus,” ujarnya.

Dr Stephanie Bernik, ahli bedah kanker payudara di Lenox Hill Hospital di New York City, Amerika Serikat, mengatakan bahwa sulit untuk mengatakan bahwa tidak ada manfaat sama sekali dari mengonsumsi teh hijau.

“Mungkin tidak ada manfaatnya, khusus untuk kanker payudara,” katanya.

Bernik mencatat bahwa banyak wanita yang memiliki kanker payudara tertarik dengan pengobatan alternatif bila tindakan medis dari Barat tidak dapat menyembuhkan.

”Kami selalu mencari ilmu lebih lanjut tentang bagaimana mengobati kanker payudara dan mengurangi insiden kanker payudara,” katanya.

“Wanita pasti tertarik dengan cara bagaimana mereka dapat memiliki gaya hidup sehat,” lanjut Bernik.

Jennifer J Hu, seorang profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat di University of Miami School of Medicine’s Sylvester Comprehensive Cancer Center, Amerika Serikat, menambahkan bahwa masalah dengan studi berbasis populasi adalah bahwa ketika Anda mencoba untuk melihat salah satu faktor tunggal, Anda akan tidak memperhitungkan faktor risiko lain yang dapat memengaruhi kesimpulan penelitian.

”Juga, hanya dengan minum teh hijau, Anda tidak mendapatkan cukup cara (mungkin senyawa untuk melawan kanker) untuk membuat banyak perbedaan,” katanya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Hu tidak berpikir bahwa penelitian ini menjawab pertanyaan apakah teh hijau dapat atau tidak membantu seseorang mencegah kanker payudara.

Kanker payudara memang pantas dikatakan sebagai penyakit yang menakutkan bagi seorang wanita. Di dunia, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak setelah kanker paru-paru, disusul kanker usus besar.

Sementara di Indonesia, jumlah penderita kanker payudara menduduki urutan kedua setelah kanker serviks (leher rahim). Tingginya jumlah kasus kanker payudara diduga karena perempuan kurang waspada terhadap perubahan payudaranya sehingga tak jarang menyebabkan kanker payudara terdeteksi pada stadium lanjut.

Padahal, deteksi dini dan peningkatan kewaspadaan disertai pengobatan yang sesuai dipercaya dapat menurunkan jumlah kematian karena kanker payudara.

Penyebab spesifik kanker payudara sebenarnya masih belum diketahui. Namun, terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara. Di antaranya riwayat keluarga, haid terlalu muda atau menopause di atas umur 50 tahun, melahirkan anak pertama di atas usia 35 tahun, pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan, kegemukan, konsumsi alkohol berlebihan, stres, faktor genetik, dan lain-lainnya.
(SINDO//nsa) Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar